Logo Harian Cimahi
HarianCimahi

Pengelolaan Sampah dari Sumber Diperkuat di Bandung, Warga Diajak Lebih Disiplin

Oleh Redaksi Harian Cimahi Bandung Raya Kamis, 6 Februari 2026
Pengelolaan sampah dari sumber diperkuat di Bandung

Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat strategi pengelolaan sampah dengan menekankan penanganan dari sumber. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Selama ini, pengiriman sampah dari Bandung ke TPA masih tergolong tinggi, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih disiplin dan berkelanjutan.

Pengelolaan sampah dari sumber berarti sampah harus mulai dipilah sejak dari rumah tangga, kawasan permukiman, perkantoran, sekolah, hingga pelaku usaha. Pemkot Bandung mendorong masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik, karena dua jenis sampah tersebut memiliki jalur pengolahan yang berbeda. Sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dipilah untuk didaur ulang.

Pemilahan Sampah Jadi Kunci Utama

Salah satu kendala utama dalam pengelolaan sampah adalah masih rendahnya kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga. Karena itu, Pemkot Bandung meningkatkan program edukasi ke warga melalui sosialisasi, pendampingan di tingkat RW, serta penguatan peran bank sampah. Program ini diharapkan dapat mengubah pola pikir warga bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat bila dikelola dengan benar.

Selain edukasi, pemerintah juga menyiapkan dukungan fasilitas di lapangan. Mulai dari tempat penampungan sementara (TPS) yang lebih tertata, jadwal pengangkutan yang lebih terukur, hingga sistem pengawasan agar tidak terjadi penumpukan sampah di titik tertentu. Beberapa wilayah juga mulai diarahkan untuk menerapkan konsep pengolahan sampah skala lingkungan, sehingga sampah tidak selalu harus dibawa jauh.

Penguatan Pengolahan di Hulu

Pemkot Bandung menilai bahwa solusi sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan. Pengolahan di hulu atau di awal rantai menjadi faktor penting agar beban TPA berkurang secara signifikan. Dengan pengolahan di hulu, volume sampah yang dibuang bisa ditekan, sekaligus mendorong masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.

Program pengolahan di hulu ini mencakup pemanfaatan sampah organik melalui komposter, pengembangan fasilitas pengolahan di tingkat kelurahan, hingga penguatan bank sampah yang terintegrasi. Pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan komunitas, penggiat lingkungan, serta pelaku usaha yang bergerak di bidang daur ulang.

Warga Didorong Ikut Terlibat

Dalam penguatan pengelolaan sampah, peran warga menjadi faktor yang paling menentukan. Pemerintah mengajak warga untuk lebih disiplin, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan membawa wadah sendiri, hingga memilah sampah sebelum dibuang. Kebiasaan sederhana ini, jika dilakukan bersama, dapat memberikan dampak besar untuk kebersihan kota.

Pemkot Bandung juga menekankan bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Kota yang bersih hanya bisa terwujud bila masyarakat memiliki kesadaran kolektif. Dengan pengelolaan sampah dari sumber yang semakin kuat, Bandung diharapkan dapat menjadi kota yang lebih tertib, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.

Ke depan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan memperluas cakupan program agar penerapan pengelolaan sampah dari sumber dapat berjalan lebih merata. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari target Bandung untuk menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan kota besar yang terus berkembang.