Puluhan Siswa Cimahi Diduga Keracunan MBG, 36 Jalani Perawatan

Rabu, 25 Februari 2026 | 09:30 WIB - Waktu baca 6 menit
Petugas medis merawat siswa yang diduga keracunan usai konsumsi Makan Bergizi Gratis di Cimahi
Wakil Walikota Cimahi meninjau langsung kondisi korban yang sedang dirawat (Foto: Dok/Pas Jabar)

CIMAHI - Sejumlah pelajar di Kota Cimahi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (25/2/2026). Peristiwa tersebut membuat puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan harus mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit di wilayah tersebut.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun hingga Kamis pagi, total 36 orang menjalani pemeriksaan dan perawatan di tiga fasilitas kesehatan, yakni RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih, serta RS Dustira. Sebagian siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan membaik, sementara lainnya masih berada dalam pengawasan tenaga medis.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan bahwa para siswa yang terdampak berasal dari sejumlah sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama. Beberapa sekolah yang tercatat antara lain TK PGRI, TK Kartika, SDN Cimahi Mandiri 4, SDN Karangmekar Mandiri 1, dan SMPN 6. Gejala yang dialami umumnya muncul pada sore hari setelah para siswa menyantap makanan yang dibagikan dalam program tersebut.

Gejala Muncul Setelah Konsumsi Menu MBG

Menu MBG yang dikonsumsi siswa terdiri atas nasi kepal (onigiri), telur rebus, buah apel, kurma, serta susu kemasan. Makanan tersebut dibagikan sekitar menjelang siang hari, dan sebagian siswa mengonsumsinya pada waktu yang berbeda, mulai dari siang hingga menjelang sore.

Beberapa jam setelah menyantap hidangan tersebut, sejumlah siswa mengeluhkan kondisi fisik yang menurun, seperti mual, pusing, muntah, serta sesak napas. Pihak sekolah kemudian segera menghubungi orang tua dan membawa siswa yang menunjukkan gejala ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pemerintah Lakukan Penelusuran dan Uji Laboratorium

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kota Cimahi bergerak cepat dengan membuka posko penanganan di RSUD Cibabat untuk memantau dan menerima laporan tambahan dari masyarakat. Selain itu, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan telah diamankan untuk dilakukan pengujian di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan perawatan optimal hingga kondisi benar-benar stabil. Sementara itu, hasil uji laboratorium masih dinantikan untuk memastikan faktor penyebab pasti dari insiden tersebut. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan.