Logo Harian Cimahi Harian Cimahi
Portal Berita Lokal Cimahi & Bandung Raya
Program Kelistrikan Dinilai Berdampak pada Usaha Skala Rumahan
Ekonomi

Program Kelistrikan Dinilai Berdampak pada Usaha Skala Rumahan

3 Februari 2026 • Cimahi • Oleh Redaksi Harian Cimahi

Program sambungan listrik bagi warga dinilai memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan aktivitas ekonomi berbasis rumah tangga, khususnya bagi pelaku usaha skala rumahan. Pada 3 Februari 2026, wakil rakyat tingkat provinsi melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat pelaksanaan program kelistrikan di wilayah Cimahi. Kunjungan ini menjadi bagian dari pemantauan agar program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta tepat sasaran.

Dalam peninjauan tersebut, ketersediaan akses energi disebut sebagai salah satu fondasi penting bagi keluarga yang menjalankan usaha dari rumah. Banyak kegiatan ekonomi warga yang bergantung pada listrik, mulai dari produksi makanan, pengemasan, penyimpanan bahan, hingga aktivitas layanan seperti laundry rumahan, usaha jahit, percetakan kecil, maupun penjualan online. Ketika listrik stabil dan aksesnya lebih mudah, pelaku usaha rumahan dinilai dapat bekerja lebih konsisten tanpa gangguan.

Sejumlah pelaku UMKM rumahan di Cimahi selama ini mengandalkan peralatan sederhana namun tetap membutuhkan daya yang cukup. Misalnya, untuk usaha kuliner diperlukan alat masak listrik, mixer, blender, hingga freezer untuk menjaga kualitas bahan. Sementara untuk usaha kreatif, listrik diperlukan untuk alat pemotong, mesin press, pencahayaan produksi foto produk, serta perangkat komputer yang menunjang pemasaran digital. Dengan adanya sambungan listrik yang lebih layak, pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas produksi dan memperluas kapasitas kerja.

Wakil rakyat yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai bahwa program kelistrikan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, namun juga dapat menjadi pendorong ekonomi keluarga. Terlebih di kawasan padat penduduk, usaha rumahan sering kali menjadi sumber penghasilan utama maupun tambahan. Akses energi yang memadai dapat membantu warga mengembangkan usaha dengan lebih aman, terutama jika sebelumnya mereka menggunakan instalasi listrik seadanya yang rawan gangguan.

Selain itu, peninjauan ini juga menyoroti pentingnya pemerataan akses. Dalam beberapa kasus, warga yang menjalankan usaha dari rumah masih menghadapi keterbatasan karena daya listrik yang kecil atau sambungan yang belum optimal. Kondisi tersebut dapat membatasi produktivitas, misalnya ketika beberapa peralatan tidak bisa digunakan bersamaan atau ketika listrik sering turun pada jam-jam sibuk. Program sambungan listrik yang ditingkatkan diharapkan dapat menjawab persoalan tersebut secara bertahap.

Dari sisi keberlanjutan, ketersediaan listrik yang stabil juga membantu pelaku usaha rumahan masuk ke sistem ekonomi yang lebih modern. Banyak usaha kini memanfaatkan transaksi digital, aplikasi penjualan, hingga promosi melalui media sosial. Semua itu membutuhkan perangkat yang aktif dan koneksi internet, yang secara tidak langsung tetap bergantung pada akses energi yang cukup.

Masyarakat berharap program kelistrikan ini terus diperkuat, terutama bagi keluarga yang produktif menjalankan usaha kecil. Dengan dukungan energi yang memadai, usaha rumahan di Cimahi dinilai dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, usaha kecil berbasis rumah tangga juga berpotensi membuka lapangan kerja sederhana di lingkungan sekitar.

Peninjauan yang dilakukan pada awal Februari 2026 ini menjadi sinyal bahwa perhatian terhadap kebutuhan energi masyarakat masih menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah. Ketika akses listrik semakin merata dan kualitasnya membaik, roda ekonomi warga pun diharapkan dapat bergerak lebih stabil, terutama bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi sehari-hari.