Logo Harian Cimahi
HarianCimahi

Gerakan Literasi Anak dan Remaja Kembali Dihidupkan di Cimahi, Ajak Warga Bangun Budaya Baca

Oleh Redaksi Harian Cimahi Gaya Hidup Kamis, 6 Februari 2026
Gerakan literasi anak dan remaja kembali dihidupkan di Cimahi

Gerakan literasi untuk anak dan remaja kembali digiatkan di Kota Cimahi melalui sebuah kegiatan tematik yang melibatkan komunitas dongeng, relawan membaca, hingga para pegiat literasi lokal. Program ini hadir sebagai upaya nyata untuk menghidupkan kembali budaya membaca di tengah masyarakat, khususnya pada usia sekolah yang kini semakin akrab dengan gawai dan hiburan digital.

Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi benar-benar mengajak peserta terlibat secara aktif. Anak-anak dan remaja diajak mengikuti sesi membaca bersama, mendengarkan cerita interaktif, hingga melakukan aktivitas kreatif berbasis buku. Dengan konsep yang santai namun terarah, kegiatan ini terasa lebih ramah bagi peserta, terutama mereka yang belum terbiasa membaca dalam waktu lama.

Kolaborasi Komunitas Dongeng dan Relawan Membaca

Salah satu hal yang membuat agenda literasi ini menarik adalah keterlibatan banyak komunitas yang selama ini konsisten bergerak di bidang edukasi. Komunitas dongeng hadir untuk membawakan cerita-cerita yang relevan dengan kehidupan anak-anak. Metode bercerita dilakukan secara ekspresif dan interaktif, sehingga peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diajak menebak alur, menjawab pertanyaan, bahkan memerankan karakter tertentu.

Sementara itu, relawan membaca berperan sebagai pendamping yang membantu anak-anak memilih buku yang sesuai. Beberapa relawan juga membimbing peserta yang masih kesulitan membaca, terutama pada usia dini. Pendekatan ini membuat suasana kegiatan lebih hangat karena setiap anak mendapatkan perhatian.

Membaca Bersama dan Aktivitas Kreatif Berbasis Buku

Program literasi ini tidak hanya berisi membaca buku secara diam-diam. Peserta diajak menikmati sesi membaca bersama yang dipandu oleh fasilitator. Buku yang dipilih umumnya bertema persahabatan, keberanian, lingkungan, hingga cerita rakyat yang mudah dipahami. Setelah sesi membaca, peserta diajak berdiskusi ringan mengenai isi buku, pesan moral, dan karakter favorit mereka.

Agar lebih seru, panitia juga menyiapkan aktivitas kreatif seperti membuat ilustrasi dari cerita yang dibaca, menulis ulang cerita versi sendiri, serta membuat kolase sederhana. Aktivitas ini penting karena membantu anak-anak memahami isi bacaan dengan cara yang menyenangkan. Bagi remaja, kegiatan kreatif menjadi ruang untuk melatih daya pikir dan mengekspresikan ide.

Literasi Sebagai Gaya Hidup Positif di Cimahi

Kehadiran gerakan literasi ini menjadi sinyal positif bahwa Cimahi terus mendorong kegiatan gaya hidup yang sehat secara mental dan edukatif. Budaya baca bukan hanya soal meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter. Anak-anak yang terbiasa membaca cenderung lebih mudah memahami informasi, lebih kritis, dan lebih mampu berkomunikasi dengan baik.

Para pegiat literasi berharap kegiatan semacam ini dapat berlangsung secara rutin, tidak hanya di pusat kota, tetapi juga menjangkau lingkungan permukiman, sekolah, hingga ruang terbuka publik. Dengan demikian, literasi bisa menjadi kebiasaan yang tumbuh secara alami, bukan sekadar program sesaat.

Melalui kolaborasi komunitas, relawan, dan warga, gerakan literasi anak dan remaja di Cimahi menunjukkan bahwa budaya membaca masih memiliki tempat yang kuat. Kegiatan ini bukan hanya mengajak anak-anak membuka buku, tetapi juga mengajak masyarakat membuka peluang masa depan yang lebih baik lewat pengetahuan.