CIMAHI — Hujan yang turun dengan durasi cukup panjang pada awal Januari 2026 sempat menyebabkan banjir di kawasan permukiman warga di salah satu kelurahan di Kota Cimahi. Air dilaporkan meluap dari saluran yang tidak mampu menampung debit hujan, lalu masuk ke area pemukiman sehingga mengganggu aktivitas warga selama beberapa jam.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan mengguyur wilayah Cimahi sejak siang hingga malam hari. Intensitas yang tinggi membuat beberapa titik saluran drainase meluap, terutama di jalur yang alirannya melewati permukiman padat. Genangan mulai terlihat di jalan lingkungan, kemudian merambat ke halaman rumah warga yang berada pada posisi lebih rendah.
Warga setempat menyebutkan bahwa air sempat naik dengan cepat, membuat sebagian masyarakat harus memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman. Meski banjir tidak berlangsung lama, kondisi tersebut cukup membuat aktivitas harian terganggu. Beberapa warga memilih bertahan di rumah karena akses jalan lingkungan tidak bisa dilalui kendaraan, sementara sebagian lainnya terpaksa menunggu hingga air berangsur surut.
Dampak lain yang dirasakan adalah terputusnya akses sementara menuju beberapa gang kecil. Jalan yang biasanya digunakan untuk mobilitas warga, termasuk jalur menuju fasilitas umum, sempat tidak dapat dilewati. Kondisi ini membuat sebagian warga kesulitan untuk beraktivitas, terutama bagi mereka yang harus bekerja atau memiliki keperluan mendesak.
Selain genangan, air yang meluap juga membawa material lumpur dan sampah dari saluran. Hal ini menyebabkan lingkungan menjadi kotor setelah banjir surut. Beberapa warga kemudian bergotong royong membersihkan sisa lumpur di jalan dan selokan agar tidak menimbulkan bau serta mencegah penyumbatan saluran pada hujan berikutnya.
Fenomena banjir di awal tahun ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapan lingkungan menghadapi musim hujan. Permukiman padat dengan saluran yang sempit sering kali menjadi titik rentan ketika hujan turun deras dalam waktu lama. Apalagi jika drainase tidak dibersihkan secara berkala, risiko luapan air akan lebih tinggi.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kebersihan saluran air di sekitar rumah, termasuk tidak membuang sampah sembarangan ke selokan. Selain itu, warga juga disarankan untuk selalu waspada ketika hujan turun lama, terutama di wilayah yang pernah mengalami genangan sebelumnya.
Seiring air yang berangsur surut, aktivitas warga kembali normal. Meski demikian, peristiwa ini menjadi catatan bahwa cuaca di awal tahun dapat berubah cepat dan memicu gangguan lingkungan. Kewaspadaan bersama, kesiapan warga, serta perbaikan drainase menjadi langkah penting agar kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari.